Kopi Kojal berhasil bersanding dalam jajaran 20 kopi terbaik Indonesia, sekaligus menjadi kopi Liberika dengan nilai tertinggi se-Kalimantan.
Melonjaknya permintaan pasar Kopi Liberika Kojal, membuat Iwan melapak di marketplace. Pilihannya tentulah Shopee, platform nomor satu di Indonesia dengan tingkat penggunaan pilihan utama sebesar 73 persen berdasarkan survei Snapcart.
“Sejak awal masuk dunia digital, kita jual kopi Kojal di marketplace Shopee. Di sini jualan kita sangat laris. Selalu habis, hingga kami kewalahan memenuhi pasar,” ujar Iwan Kojal didampingi istrinya, Rieny Octavianty yang biasa disapa Bu Kojal saat ditemui di Piston Cafe Astra Motor Kalbar, Kamis 6 Agustus 2026.

Boleh dibilang, Kojal merupakan inisiator pengembangan kopi Liberika di Kalimantan Barat hingga menginspirasi pengembang kopi lainnya, bahkan sampai di luar daerah Kalbar sendiri mengikuti jejaknya, lantaran potensi yang besar dan pasar yang masih terbentang.
Kojal mengakui, dengan melapak di Shopee sangat membantu. Jualannya cepat ludes, karena antusias masyarakat zaman now yang getol berbelanja online. “Jualan di marketplace memang terbukti sangat menguntungkan. Promosi produk kita dilakukan oleh platform tersebut, hingga tersebar secara masif,” ujar Kojal.
Ia mengakui, salah satu kelemahan UMKM adalah masalah pasar. Sebagus apa pun suatu produk, kalau tidak dipublikasikan atau tidak dipromosikan, konsumen tidak akan pernah tahu. Atau hanya dipromosikan secara manual dari mulut ke mulut, akan sulit mengejar target, lantaran pasarnya sempit. Sementara pelaku UMKM butuh penyebaran informasi produk secara luas untuk terus berkembang dan naik kelas.
Teknologi yang diperkenalkan dalam era digital masa kini, membuat UMKM mampu mengembangkan diri dan menjangkau pasar tanpa perlu kerja lebih keras lagi. Cukup melapak di marketplace dan biarkan platform tersebut yang bekerja.
Ekspansi Lahan Tanam Kopi untuk Ekspor
Kopi Liberika Kojal yang telah sukses menembus pasar dunia, terus meningkatkan produksinya guna memenuhi pesanan. Ekspornya ke pasar global, seperti Singapura, Bangkok dan lainnya baru bisa terpenuhi sebanyak 70 ton per tahun.
Untuk memenuhi semakin banyaknya permintaan, saat ini Kojal melakukan ekspansi ke daerah Melawi.
Di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Kojal mendapat dukungan dari NGO (Non-Governmental Organization) melalui WWF (World Wide Fund for Nature) dengan lahan garapan seluas 54 ribu hektar di Desa Nanga Kebebu Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Ada lima desa yang digarap di sini, melibatkan 175 petani lokal sejak tahun 2023 dan sudah tertanam sebanyak 45 ribu batang siap panen. Diperkirakan tahun depan, sudah bisa menghasilkan sebanyak 45 ton kopi Liberika untuk memenuhi pasar ekspor.
Dari Melawi, Kojal terus mengembangkan sayapnya. Rencananya ia akan menggarap lahan kopi baru di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang.
Seiring mengguritanya usaha kopi Liberika Kojal yang turut mengharumkan nama Kalimantan Barat, brand kopi Liberika Kojal telah mendapatkan sertifikat Hak Paten Merek Kopi Kojal di Kemenkumham.
Saat ini Kojal merupakan satu-satunya UMKM penghasil kopi Liberika Grade 1 (mutu petik merah dan bebas cacat minimal) di Tanah Air.
Dukungan dari platform penjualan atau marketplace juga mengalir. Satrya Pinandita, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia menyampaikan komitmennya untuk membuka lebih banyak akses, peluang dan dukungan bagi UMKM, guna meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar lebih luas.
Salah satu bentuk dukungannya adalah, dengan meluncurkan Program Ekspor Shopee FLEXI pada Juli 2025. Program ini dirancang untuk memberikan flesibilitas bagi para penjual mengatur sendiri strategi pemasaran toko ekspor mereka
“Ke depan, kami akan terus memperkuat komitmen melalui kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia,” tutur Satrya.
Ia menyampaikan, bahwa menciptakan pengalaman belanja online yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, merupakan prioritas utama Shopee.
“Kami ingin memastikan setiap pengguna dapat berbelanja, berjualan dan berinteraksi di platform kami dengan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.**
Pewarta/Editor : Sri Yuliantiningsih









Discussion about this post