ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Sabtu, Agustus 29, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi Bisnis

Melapak di Marketplace Membuka Jendela Pasar

Matrabisnis by Matrabisnis
29 Agustus 2026
in Ekonomi Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
Kopi liberika Kojal yang kini mendunia. (ist)

Kopi liberika Kojal yang kini mendunia. (ist)

ADVERTISEMENT

Kopi Kojal berhasil bersanding dalam jajaran 20 kopi terbaik Indonesia, sekaligus menjadi kopi Liberika dengan nilai tertinggi se-Kalimantan.

Melonjaknya permintaan pasar Kopi Liberika Kojal, membuat Iwan melapak di marketplace. Pilihannya tentulah Shopee, platform nomor satu di Indonesia dengan tingkat penggunaan pilihan utama sebesar 73 persen berdasarkan survei Snapcart.

READ ALSO

KKI 2026, Produk UMKM Kalbar Raup Penjualan Rp 535 Juta

Hingga Juni, Pembiayaan Pindar di Sektor UMKM Rp35,12 Triliun

“Sejak awal masuk dunia digital, kita jual kopi Kojal di marketplace Shopee. Di sini jualan kita sangat laris. Selalu habis, hingga kami kewalahan memenuhi pasar,” ujar Iwan Kojal didampingi istrinya, Rieny Octavianty yang biasa disapa Bu Kojal saat ditemui di Piston Cafe Astra Motor Kalbar, Kamis 6 Agustus 2026.

Kopi Liberika Kojal masuk pasar internasional. (dok)

Boleh dibilang, Kojal merupakan inisiator pengembangan kopi Liberika di Kalimantan Barat hingga menginspirasi pengembang kopi lainnya, bahkan sampai di luar daerah Kalbar sendiri mengikuti jejaknya, lantaran potensi yang besar dan pasar yang masih terbentang.

Kojal mengakui, dengan melapak di Shopee sangat membantu. Jualannya cepat ludes, karena antusias masyarakat zaman now yang getol berbelanja online. “Jualan di marketplace memang terbukti sangat menguntungkan. Promosi produk kita dilakukan oleh platform tersebut, hingga tersebar secara masif,” ujar Kojal.

Ia mengakui, salah satu kelemahan UMKM adalah masalah pasar. Sebagus apa pun suatu produk, kalau tidak dipublikasikan atau tidak dipromosikan, konsumen tidak akan pernah tahu. Atau hanya dipromosikan secara manual dari mulut ke mulut, akan sulit mengejar target, lantaran pasarnya sempit. Sementara pelaku UMKM butuh penyebaran informasi produk secara luas untuk terus berkembang dan naik kelas.

Teknologi yang diperkenalkan dalam era digital masa kini, membuat UMKM mampu mengembangkan diri dan menjangkau pasar tanpa perlu kerja lebih keras lagi. Cukup melapak di marketplace dan biarkan platform tersebut yang bekerja.

Ekspansi Lahan Tanam Kopi untuk Ekspor

Kopi Liberika Kojal yang telah sukses menembus pasar dunia, terus meningkatkan produksinya guna memenuhi pesanan. Ekspornya ke pasar global, seperti Singapura, Bangkok dan lainnya baru bisa terpenuhi sebanyak 70 ton per tahun.

Untuk memenuhi semakin banyaknya permintaan, saat ini Kojal melakukan ekspansi ke daerah Melawi.

Di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Kojal mendapat dukungan dari NGO (Non-Governmental Organization) melalui WWF (World Wide Fund for Nature) dengan lahan garapan seluas 54 ribu hektar di Desa Nanga Kebebu Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

 

Iwan Kojal memotivasi petani lokal untuk giat mengembangkan kopi liberika. (ist)

Ada lima desa yang digarap di sini, melibatkan 175 petani lokal sejak tahun 2023 dan sudah  tertanam sebanyak 45 ribu batang siap panen. Diperkirakan tahun depan, sudah bisa menghasilkan sebanyak 45 ton kopi Liberika untuk memenuhi pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

Dari Melawi, Kojal terus mengembangkan sayapnya. Rencananya ia akan menggarap lahan kopi baru di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang.

Seiring mengguritanya usaha kopi Liberika Kojal yang turut mengharumkan nama Kalimantan Barat, brand kopi Liberika Kojal telah mendapatkan sertifikat Hak Paten Merek Kopi Kojal di Kemenkumham.

Saat ini Kojal merupakan satu-satunya UMKM penghasil kopi Liberika Grade 1 (mutu petik merah dan bebas cacat minimal) di Tanah Air.

Dukungan dari platform penjualan atau marketplace juga mengalir. Satrya Pinandita, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia menyampaikan komitmennya untuk membuka lebih banyak akses, peluang dan dukungan bagi UMKM, guna meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar lebih luas.

Salah satu bentuk dukungannya adalah, dengan meluncurkan Program Ekspor Shopee FLEXI pada Juli 2025. Program ini dirancang untuk memberikan flesibilitas bagi para penjual mengatur sendiri strategi pemasaran toko ekspor mereka

“Ke depan, kami akan terus memperkuat komitmen melalui kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia,” tutur Satrya.

Ia menyampaikan, bahwa menciptakan pengalaman belanja online yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, merupakan prioritas utama Shopee.

ADVERTISEMENT

“Kami ingin memastikan setiap pengguna dapat berbelanja, berjualan dan berinteraksi di platform kami dengan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.**

Pewarta/Editor : Sri Yuliantiningsih

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Deputy Director of Government Relation Shopee Indonesia Balques ManisangGusti Iwan DarmawanHead of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita.jendela pasar pun terbukaKepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni SeptadijayaKojal (Kopi Jago Jalanan).kopi Liberikamelapak di marketplacepopulasi UMKMRieny OctaviantyShopee
ADVERTISEMENT
Previous Post

BI Kalbar dan FJPI Gelar Literasi CBP

Related Posts

KKI 2026, Produk UMKM Kalbar Raup Penjualan Rp 535 Juta
Ekonomi Bisnis

KKI 2026, Produk UMKM Kalbar Raup Penjualan Rp 535 Juta

27 Agustus 2026
Hingga Juni, Pembiayaan Pindar di Sektor UMKM Rp35,12 Triliun
Ekonomi Bisnis

Hingga Juni, Pembiayaan Pindar di Sektor UMKM Rp35,12 Triliun

25 Agustus 2026
Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 di Bengkulu Sukses Digelar, Ini Pemenangnya
Ekonomi Bisnis

Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 di Bengkulu Sukses Digelar, Ini Pemenangnya

23 Agustus 2026
KKI 2026 Targetkan Omset dan Business Matching Ekspor Rp 446,9 Miliar
Ekonomi Bisnis

KKI 2026 Targetkan Omset dan Business Matching Ekspor Rp 446,9 Miliar

22 Agustus 2026
Molila Cookies Menemukan Jalan Baru Bersama Bank Kalbar
Ekonomi Bisnis

Molila Cookies Menemukan Jalan Baru Bersama Bank Kalbar

22 Agustus 2026
Asbanda dan Bank Bengkulu Gelar Seminar Nasional Bahas Penguatan Likuiditas BPD
Ekonomi Bisnis

Asbanda dan Bank Bengkulu Gelar Seminar Nasional Bahas Penguatan Likuiditas BPD

22 Agustus 2026

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Melapak di Marketplace Membuka Jendela Pasar
  • BI Kalbar dan FJPI Gelar Literasi CBP
  • Rebut Tiket Final, Pasangan Dejan dan Apri akan Berhadapan dengan Pemain Taipei di Polytron Pontianak International Challenge 2026
  • Polytron Pontianak International Challenge 2026 Masuk Babak Semifinal, Antusias Penonton Semakin Tinggi
  • Aquino dan Halifia Pasangan Ganda Campuran Mulus Menuju Babak 16 Besar

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.