Menurutnya, Untan melalui IBT siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah melalui pendampingan, pengembangan kapasitas, hingga kolaborasi berbagai program inovasi.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan capaian IGA 2026 serta memberikan penghargaan kepada inovasi terbaik tahun 2025. Universitas Tanjungpura, khususnya melalui IBT Untan, memberikan dukungan penuh bagi penguatan ekosistem inovasi Kota Pontianak sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” katanya.
Fahrurrazi menjelaskan, selama ini IBT Untan bersama Pemerintah Kota Pontianak telah mengembangkan Klinik Inovasi Kota Pontianak (KLIK) yang terdiri atas tiga program utama, yakni Pontianak Innovator Academy (PIA), Kawan Berinovasi (KANO), dan Asistensi Inovasi (ASIS).
Program tersebut menjadi wadah pembinaan dan pendampingan bagi perangkat daerah dalam menghasilkan inovasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Hasilnya, Kota Pontianak berhasil meraih predikat Kota Sangat Inovatif pada tahun 2024, menjadi salah satu praktik baik yang dipilih OECD di Prancis, serta meraih berbagai prestasi dalam kompetisi inovasi tingkat nasional.
“Melalui berbagai program pendampingan yang kami lakukan, kami ingin memastikan inovasi yang lahir benar-benar memberi dampak bagi pelayanan publik. Harapan kami, Kota Pontianak terus menghadirkan inovasi yang berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, Untan berharap inovasi tidak hanya menjadi indikator penilaian, tetapi juga menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.**









Discussion about this post