Menurut Gabriel, sanggar-sanggar seni sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal serta mendorong inovasi di bidang seni.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta iklim yang kondusif bagi perkembangan seni budaya di Kalbar khususnya seni pertunjukan tari, sekaligus mendorong partisipsi generasi muda, agar lebih aktif dalam kegiatan seni dan kebudayaan,” ucapnya.
Ia menyampaikan, bahwa mozaik kebudayaan yang indah dan unik yang dimiliki Kalbar harus selalu dirawat dan dipelihara secara teratur dan berkesinambungan. Bentuk-bentuk budaya yang membentuk mozaik itu, perlu diberi ruang untuk beraktivitas, agar masyarakat luas dapat melihat, mengapresiasi, mencintai dan mengembangkannya.
“Pemerintah sangat perlu memberi perhatian dengan melakukan pembinaan, sehingga mozaik kebudayaan yang sudah terbentuk semakin kokoh, solid dan terus berkembang, sesuai dengan dinamika perkembangan zaman melalui kreativitas dari sanggar-sanggar yang ada di Kalbar,” imbuh Gabriel.
Parade Karya Sanggar dan Koreografer Muda 2026 menampilkan karya-karya terbaik para koreografer muda dari 14 kabupaten/kota Kalimantan Barat. Mereka terdiri dari 14 tim koreografer muda terbaik Kalbar dan 10 sanggar dari berbagai lintas disiplin ilmu, seperti tari, musik, teater, pantomine, sastra dan seni rupa, dipandu oleh koreografer senior Kusmindari Triwati, S,Sn, M, Sn dan Ismunandar, S,Sn.
Ada juga rangkaian kegiatan bazar oleh 10 sanggar yang terlibat sebagai media promosi dan edukasi serta UMKM yang menyediakan kuliner Nusantara. **















Discussion about this post