“Diperlukan pengaturan bertahap dalam peralihan dan distribusi trafik kargo, termasuk integrasi fungsi antara Terminal Kijing dan pelabuhan di Pontianak seperti Dwikora. Ini penting agar utilisasi dapat meningkat tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan,” jelas Yanto.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepastian arus barang menjadi faktor penting dalam perencanaan operasional.
“Kami membutuhkan kejelasan pipeline kargo sebagai dasar untuk menyusun perencanaan layanan, mulai dari penyiapan fasilitas hingga pengaturan operasional secara lebih terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu teknis lintas sektor turut menjadi perhatian, di antaranya percepatan peningkatan akses jalan menuju terminal, penataan alur pelayaran, serta penyelarasan kebijakan dan perizinan antar kementerian/lembaga.
Melalui penguatan aspek teknis dan koordinasi lintas sektor tersebut, Pelindo Regional 2 optimistis operasional penuh Terminal Kijing dapat segera terealisasi, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi logistik dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. **

















Discussion about this post