Sementara nilai impor Kalbar pada Februari juga terdata naik sebesar 45,12 persen jika dibandingkan pada Januari 2026, yaitu dari 60,75 juta dolar menjadi 88,16 juta dolar.
Adapun penyumbang impor terbesar Kalbar pada Februari 2026 adalah mesin-mesin/pesawat mekanik (HS84), bahan bakar mineral (HS27) serta kapal laut dan bangunan terapung (HS89). Ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing 45,81 persen, 15,61 persen dan 8,87 persen dengan kontribusi 70,29 persen.
Pemasok terbesar impor Kalbar pada Februari 2026 adalah Tiongkok, Malaysia dan Rusia, masing-masing sebesar 61,27 persen, 23,75 persen dan 6,22 persen. Dengan total nilai sebesar 80,44 juta dolar atau 91,24 persen dari keseluruhan nilai impor Kalimantan Barat.
Tiga golongan barang lainnya penyumbang impor Kalimantan Barat pada Februari 2026 adalah pupuk (HS31) mesin dan peralatan listrik (HS85) serta bahan kimia anorganik (HS28) yang menyumbang masing-masing secara berurutan sebesar 8,64 persen 6,35 persen dan 4,08 persen.
“Ketiga golongan itu menyumbang sebesar 19,08 persen terhadap total impor Kalimantan Barat atau senilai 16,82 juta dolar Amerika,” kata Saichudin.
Dilihat dari peranan terhadap total impor Kalimantan Barat pada Februari 2026, sepuluh golongan barang (HS 2 digit) memberikan kontribusi 96,73 persen.
Dari sisi pertumbuhan, impor sepuluh golongan barang tersebut meningkat 46,40 persen terhadap Januari 2026, yaitu dari 58,25 juta dolar menjadi 85,28 juta dolar.
“Sebagian besar impor Kalimantan Barat berasal dari Asia (lima negara utama), yaitu senilai 80,45 juta dolar Amerika atau dengan total kontribusi sebesar 91,25 persen. Sedangkan kontribusi terhadap total impor yang berasal dari negara utama lainnya (Rusia, Spanyol, Australia, dan Jerman) adalah sebesar 8,33 persen,” imbuhnya.**















Discussion about this post