Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat pergerakan inflasi di Kalbar sebesar 0,25 persen secara bulanan (mtm) pada Maret 2026 yang menjadi inflasi beruntun ke tiga serta inflasi terendah selama tahun 2026 di provinsi ini.
Muh Saichudin, S.Si, M.Si, Kepala BPS Kalbar dalam konferensi pers di kantornya, Rabu 1 April 2026 melaporkan, inflasi tertinggi di Kalbar terjadi di Kota Singkawang dengan angka sebesar 0,55 persen (mtm) dan terendah di Kota Pontianak sebesar 0,17 persen.
Sementara tingkat inflasi secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 2,89 persen, tertinggi terjadi di Sintang sebesar 3,13 persen dan terendah di Kota Singkawang sebesar 2,69 persen. Tingkat inflasi year to date (ytd) pada Maret 2026 sebesar 1,03 persen.
“Penyumbang utama inflasi Maret 2026 secara mtm adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,13 persen. Komoditas penyumpang utama pada kelompok ini adalah telur ayam ras, cabai rawit, udang basah, sawi hijau dan gula pasir,” jelas Saichudin.
Sedangkan penyumbang utama inflasi Maret 2026 secara tahunan (yoy) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1persen. Sedangkan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah daging ayam ras, beras, telur ayam ras, ikan baung dan ikan nila.
Saichudin menjelaskan, inflasi pada Maret 2026 secara tahunan (yoy) di Kalbar sebesar 2,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Inflasi tertinggi di Sintang sebesar 3,13 persen dengan IHK sebesar 109,88 dan terendah di Kota Singkawang 2,69 persen IHK sebesar 109,49.
“Inflasi yoy terjadi karena kenaikan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 yang secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” kata Saichudin.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Kalbar di lima kabupaten/kota pada Maret dengan inflasi yoy sebesar 2,89 persen dipicu oleh kenaikan IHK dari 106,83 pada Maret 2025 menjadi 109,92 pada Maret 2026. Tingkat inflasi mtm sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi secara ytd (year to date) bergerak di angka 1,03 persen.














Discussion about this post