Rochma Hidayati menegaskan, bahwa GERAK Syariah merupakan bagian dari upaya strategis OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalimantan Barat.
“Program GERAK Syariah menjadi wadah kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri keuangan syariah, MES, Bank Indonesia, Kementerian Agama, TPAKD, media serta tokoh masyarakat, guna meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah secara bijak dan produktif,” tutur Rochma.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, OJK berharap GERAK Syariah dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara regulasi, industri jasa keuangan dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di daerah.
Berdasarkan State of Global Islamic Economi Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ke tiga dunia dalam indikator syariah global setelah Malaysia dan Arab Saudi.
Di tingkat nasional, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2025, menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah di angka 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen.
” Ini menunjukkan, bahwa pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah sudah meningkat, namun pemanfaatannya masih perlu terus didorong,” imbuh Rochma.
Di sisi lain, industri perbankan syariah nasional juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan total aset perbankan syariah nasional hingga Desember 2025 mencapai Rp 1.041 triliun atau tumbuh 20,44 persen secara tahunan (yoy).**
Pewarta/Editor : Yuli. S









Discussion about this post