Dalam tradisi Tionghoa, naga dipercaya sebagai hewan suci dan utusan langit yang melambangkan kekuatan serta keberuntungan. Replika naga ini yang dibuat jauh hari sebelum perayaan Cap Go Meh harus melalui prosesi. spiritual terlebih dahulu saat akan digunakan dalam arak-arakan atau beratraksi.
Prosesi ritual tersebut bertujuan untuk “membangunkan” sang naga yang disebut buka mata dan dipimpin oleh suhu atau loya agar naga tersebut memiliki ruh simbolik. Tanpa ritual tersebut, naga hanya dianggap sebagai kerangka hiasan biasa.

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, setelah mata naga dibuka, dipercaya mampu membersihkan jalan dari energi negatif. Usai prosesi buka mata dan memberi penghormatan, atraksi naga dimulai dengan berkeliling mengunjungi para donatur sebagai bagian dari tradisi berbagi berkah.
Kehadiran naga di tengah-tengah masyarakat yang antusias menyaksikan tariannya hingga rela berdesak-desakan untuk menyentuh tubuh sang Naga. Bahkan ada yang mengambil sehelai jenggot naga serta berjalan di bawah badan naga sebagai simbol menjemput keberuntungan.
Penampilan naga Yuwen kali ini juga tak kalah memikatnya, karena dimainkan oleh anak-anak muda Gen-Z dengan penuh semangat pada malam hari selepas umat Muslim melaksanakan tarawih.
Atraksi perjalanan naga berakhir pada Rabu 4 Maret 2026 melalui prosesi pembakaran yang merupakan bentuk pengembalian naga ke asalnya, setelah menunaikan tugas membawa berkah di bumi.**












Discussion about this post