Di sisi pengelolaan dana nasabah, Fund Under Management (FUM) BTN di Pontianak tumbuh dari Rp587 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp693 miliar pada akhir 2025, atau meningkat sekitar 18 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN, sekaligus mencerminkan keberhasilan strategi consumer banking yang lebih seimbang antara pembiayaan dan pendanaan.
Dalam forum eksklusif tersebut, para nasabah memperoleh pandangan strategis mengenai prospek ekonomi 2026 dari Filbert Anson, Head of Research PT Trimegah Asset Management, yang menguraikan kondisi geopolitik, arah pertumbuhan ekonomi Indonesia, dinamika suku bunga, penurunan credit rating Indonesia, serta pendekatan alokasi aset yang adaptif di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
“Untuk obligasi kita pilih bond dengan durasi panjang, dan obligasi korporasi yang volatilitasnya lebih rendah, sementara saham kita tidak berharap saham akan seperti tahun lalu, namun kita melihat sektor -sektor tertentu yang ada kesempatan trading diantara saham sektor komoditas seperti emas yang akan perform, ada juga beberapa saham bluechip seperti bank Himbara yang harganya menarik,” kata Filbert.
Melengkapi perspektif tersebut, Suhu Hak Hiong, Master Feng Shui, memberikan refleksi mengenai karakter Tahun Kuda Api sebagai simbol energi, percepatan, dan transformasi, sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara keberanian mengambil momentum dan kebijaksanaan dalam menjaga keberlanjutan.
“Menurut saya, (bisnis) yang paling cuan di tahun ini kreatif, teknologi dan energi,” ujarnya.
Melalui rangkaian diskusi tersebut, BTN berharap nasabah dapat memasuki 2026 dengan strategi investasi yang lebih matang, terarah, dan selaras dengan tujuan jangka panjang masing-masing.**












Discussion about this post