“Seringkali yang jadi hambatan utama dalam riset adalah mencari topik dan literatur yang dibutuhkan. Peneliti kerap kesulitan menemukan referensi yang relevan dan mutakhir sebagai dasar penelitian,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya layanan akses database bereputasi seperti Scopus, diharapkan berbagai hambatan tersebut dapat diminimalisir.
“Dengan adanya layanan dari Scopus ini, diharapkan hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi serta dapat meningkatkan efektivitas dalam melakukan penulisan ilmiah. Kita bisa lebih cepat menemukan research gap, melihat perkembangan isu terbaru, dan memastikan referensi yang digunakan benar-benar kredibel,” jelas Hansen.
Melalui kelas kolaborasi ini, Untan berharap ekosistem akademik semakin produktif dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan fasilitas perpustakaan yang semakin modern, dipadukan dengan pelatihan berkelanjutan, diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak karya ilmiah berkualitas dari sivitas akademika Untan.**












Discussion about this post