OCTO Call dan OCTO WhatsApp kini juga tersedia di Aplikasi OCTO, sehingga nasabah dapat lebih mudah menghubungi Bank kapan pun membutuhkan, tanpa memerlukan pulsa telepon.
Pada 2025, CIMB Niaga melakukan rebranding dengan mengintegrasikan dua platform perbankan digital yang sebelumnya terpisah, yaitu OCTO Mobile (aplikasi mobile) dan OCTO Clicks (internet banking) menjadi satu digital ecosystem dengan nama OCTO.
Melalui integrasi ini, nasabah dapat menyelaraskan kredensial yang dimiliki dengan satu user ID, dan kemudian mengakses Aplikasi maupun Website secara seamless menggunakan detail login yang sama. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman perbankan digital yang lebih praktis dan optimal.
CIMB Niaga juga menghadirkan inovasi baru melalui OCTO Savers Payroll, yang ditujukan bagi nasabah payroll untuk mengelola keuangan dari hasil pendapatan mereka. Melalui solusi ini, rekening payroll menjadi titik awal dalam mengatur pengeluaran, transaksi, dan perencanaan keuangan melalui layanan digital OCTO.
Selain bebas biaya administrasi bulanan dan transaksi tanpa biaya, OCTO Savers Payroll juga menawarkan suku bunga dan promo khusus untuk produk tabungan dan pinjaman, termasuk akses likuiditas jangka pendek melalui fasilitas pembiayaan digital OCTO Loan dengan limit hingga Rp10 juta.
Nasabah juga dapat menikmati kemudahan investasi lewat OCTO melalui #GetWealthSoon, yang menghadirkan serangkaian akses untuk membeli dan menjual emas, reksa dana, serta obligasi ritel dan korporasi. Beragam kemudahan ini juga dilengkapi dengan tools untuk melakukan monitoring atas portofolio dan kinerja investasi yang dimiliki nasabah.
Transaksi finansial melalui Aplikasi dan Website OCTO meningkat sebesar 48% pada tahun 2025, di mana pencapaian ini merefleksikan peningkatan engagement nasabah yang semakin kuat dengan platform digital Bank.
Melalui inovasi berkelanjutan, CIMB Niaga tetap berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang simple, terhubung dan relevan dengan kebutuhan finansial nasabah.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 394 cabang dan jaringan (termasuk 31 Digital Lounge). Per 31 Desember 2025, jaringan Bank secara nasional didukung oleh 2.786 ATM (termasuk Cash Remittance Machine dan Multidenom Deposit Machine) serta 707.256 EDC, QR dan e-Commerce.
Komitmen Pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pada tahun 2025, Bank terus mewujudkan komitmen untuk memajukan nasabah dan masyarakat melalui inisiatif keberlanjutan dan dampak sosial yang terintegrasi. CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun (25 persen dari total pembiayaan), yang didorong oleh ekspansi pembiayaan ke sektor energi terbarukan, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pertumbuhan signifikan pada program sustainability-linked loan dan solusi lainnya dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan non-ritel.
Hingga Desember 2025, Bank mencatat bahwa 70 persen dari portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan.
Bank juga terus meningkatkan efisiensi energi operasional melalui pemasangan panel surya di dua gedung kantor, modernisasi peralatan kantor, serta pembelian Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificates/REC). Inisiatif ini memungkinkan CIMB Niaga mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 sebesar 46 persen dibandingkan posisi awal (baseline) tahun 2019.
Selain itu, bersama CIMB Group, Bank secara rutin memantau pencapaian target dekarbonisasi interim pada enam sektor dengan intensitas emisi karbon tinggi, yaitu tambang batu bara termal, kelapa sawit, semen, ketenagalistrikan, real estat, serta minyak dan gas bumi. Hingga 2024, lebih dari 50% atau empat dari enam target Net Zero sektor spesifik tahun 2030 telah menunjukkan kinerja sesuai dengan skenario acuan.
Selain itu, CIMB Niaga juga terus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berarti melalui empat pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (“TPB”), mencakup pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta iklim dan lingkungan.
Pada 2025, inisiatif ini menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di bidang pendidikan, dan mendukung sekitar 3.300 penerima manfaat melalui program #CegahStunting bekerja sama dengan UNICEF.
Dalam pilar pemberdayaan ekonomi serta iklim dan lingkungan, Bank memberdayakan hampir 1.000 UMKM, termasuk usaha yang dimiliki wanita dan penyandang disabilitas di Indonesia Timur, serta menanam lebih dari 115.000 pohon bambu dengan potensi penyerapan karbon lebih dari 15.000 ton CO₂.
“Pencapaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kami akan terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilient,” tambah Lani. **












Discussion about this post