“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki peran dominan, juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,15 persen,” kata Saichudin.
Perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2025 sebesar 5,39 persen, terjadi pada seluruh komponen pengeluaran, dengan pertumbuhan signifikan terutama pada komponen impor barang dan jasa sebagai pengurang sebesar 41,75 persen, diikuti ekspor barang dan jasa sebesar 29,10 persen.
Selanjutnya, PMTB tumbuh sebesar 6,71 persen, PKLNPRT sebesar 5,89 persen, PK-RT sebesar 5,21 persen, dan PK-P sebesar 4,35 persen.
Struktur ekonomi Kalbar didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,92 persen, industri pengolahan 15,35 persen, perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor 14,05 persen, dan konstruksi 12,82 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT), yaitu sebesar 48,53 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,08 persen, dan Ekspor Barang dan Jasa sebesar 19,76 persen.
Bank Indonesia menilai, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2025 yang sebesar 5,39 persen, ke depan pertumbuhan ekonomi 2026 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9 – 5,7 persen (yoy) didukung oleh peningkatan permintaan domestik, selaras pula dengan berbagai bauran kebijakan yang ditempuh untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dilihat secara prospek pertumbuhan global, maka kinerja perekonomian negara berkembang diproyeksikan menunjukkan performa yang kuat selama tahun 2026-2027 dengan laju sekira 4,1-4,2 persen, sementara ekonomi negara maju tumbuh stabil pada kisaran 1,7-1,8 persen. *
Pewarta/editor: Yuli.S









Discussion about this post