Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat (Kalbar) sepanjang tahun 2025 bertumbuh solid sebesar 5,39 persen. Angka ini menempatkan Provinsi Kalimantan Barat sebagai tertinggi pertumbuhan ekonominya untuk wilayah Kalimantan.
Badan Pusat Statistik Kalbar mencatat, pertumbuhan ekonomi antar provinsi di wilayah Kalimantan, dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi Provinsi Kalimantan Barat sebesar 5,39 persen, disusul Kalimantan Selatan 5,22 persen, Kalimantan Tengah 4,80 persen, Kalimantan Utara 4,56 persen dan terendah di Kalimantan Timur sebesar 4,53 persen.
Jika dibandingkan secara nasional, pertumbuhan ekonomi Kalbar angkanya sama dengan nasional yakni sebesar 5,39 persen, yang dinilai bertumbuh lebih cepat dari kuartal III-2025 dengan angka 5,04 persen secara tahunan (yoy) dan jauh lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal IV-2024 sebesar 5,02 persen (yoy).
“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,90 persen,”jelas Muh Saichudin, Kepala BPS Kalbar dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS) pada Kamis, 5 Februari 2026.
Penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Kalbar dari sisi lapangan usaha, adalah sektor pertambangan dan penggalian sebesar 31,48 persen dan sektor konstruksi 8,69 persen secara cumulative to cumulative (ctc).
Perekonomian Kalbar berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 328.569,51 miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp 171.330,68 miliar.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi penopang perekonomian Kalimantan Barat di tahun 2025, dengan kontribusi terbesar 21,66 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 29,10 persen dan diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 6,71 persen. “Penopang perekonomian Kalimantan Barat, dari sisi pengeluaran tahun 2025 adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 48,51 persen,” kata Saichudin.
Selain pertambangan dan penggalian yang bertumbuh tinggi, penyumbang pertumbuhan ekonomi Kalbar juga diberikan oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 5,15 persen dan prdagangan besar serta eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 4,94 persen.









Discussion about this post