Tercatat ada penambahan sebanyak 6 galeri investasi baru yang totalnya menjadi 32 galeri investasi, Di mana galeri investasi tersebut tersebar di berbagai Kota/Kabupaten, sebagai salah satu sarana pusat penyebarluasan informasi keuangan dan investasi bagi masyarakat.
Untuk semakin meningkatkan awareness dari masyarakat. BEI Kalbar juga telah melakukan berbagai program kegiatan edukasi, yang tercatat sebanyak 924 kegiatan sepanjang tahun 2025 dengan diikuti oleh 171.396 peserta.
“Dengan program edukasi, diharapkan semakin meningkatkan pemahaman masyarakat dalam berbagai lapisan untuk lebih sadar terkait pengelolaan keuangan dan investasi,”ujarnya.
Secara nasional, total investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 36,67persen dari tahun 2024 menjadi 20,3 juta investor. Khusus untuk investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut, didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif.
BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI selama 2025 telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar yang diikuti oleh 2.820.702 peserta.
Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal yang dilaksanakan secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audience sebanyak 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. BEI juga telah berhasil meraih sejumlah pencatatan efek baru yaitu 26 saham baru dengan total fund-raised IPO saham mencapai Rp18,1 triliun.
Dengan demikian, total perusahaan tercatat saham hingga saat ini telah mencapai 956 perusahaan. Adapun raihan pencatatan efek baru lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk, 3 Exchange-Traded Fund (ETF), 1 Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstrukur pada tahun 2025.
Selama tahun 2025, pasar modal Indonesia bergerak dinamis dan menunjukkan tren positif, seiring dengan perkembangan kondisi global maupun domestik. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 22,10 persen secara year-to-date pada level 8.644,26
Kemudian, sepanjang tahun 2025 data perdagangan mulai mengalami kenaikan dibandingkan akhir tahun lalu dengan rerata nilai transaksi harian (RNTH) berada pada posisi Rp18,06 triliun. Data tersebut, diikuti dengan volume transaksi harian sebesar 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,78 juta kali transaksi.
Aktivitas perdagangan di sepanjang tahun 2025 juga mencatatkan beberapa rekor baru yang mencapai 24 kali all-time high, diikuti dengan rekor kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun.
Menyambut tahun 2026, BEI juga telah menetapkan sejumlah target pencapaian, yaitu pertumbuhan jumlah investor sebanyak 2 juta investor baru, RNTH mencapai Rp15 triliun per hari, dan total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal mencapai 555 efek baru meliputi dari efek saham, obligasi/sukuk, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yang mencatatkan DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, ETF, KIK-EBA/KIK-EBA Syariah, EBA-SP/EBA-SP Syariah.
“Dukungan pemangku kepentingan pasar modal menjadi faktor penting dalam pencapaian target tersebut, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Ardhy. **










Discussion about this post