Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan BPKP dalam mengawal proyek-proyek strategis seperti ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah benar-benar berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo, dalam sambutannya membenarkan adanya efisiensi luar biasa tersebut. Ia mencatat bahwa jika menggunakan mekanisme kontraktual, anggaran yang tersedia hanya mampu membangun 1,7 kilometer jalan, namun dengan kolaborasi bersama TNI, pembangunan mencapai 3,5 kilometer dengan spesifikasi yang sama.
“Jalan poros ekonomi ini kita bangun untuk mendorong pergerakan ekonomi. Kalau ekonomi bergerak, peluang usaha muncul, pengangguran turun, dan kemiskinan berkurang,” tegas Sujiwo.
Guna menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga akan menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan pihak swasta, salah satunya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT APL, untuk terlibat dalam pemeliharaan jalan yang juga digunakan untuk aktivitas pengangkutan perusahaan.
Acara peresmian ini ditutup dengan peninjauan langsung ruas jalan yang kini telah mulai digunakan oleh warga sekitar untuk mengangkut hasil bumi.*









Discussion about this post