Di tengah pusaran dinamika ekonomi nasional yang penuh tekanan serta ketatnya persaingan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali membuktikan diri sebagai pilar keuangan daerah yang tangguh, adaptif, dan penuh determinasi.
Sepanjang tahun 2025, Bank Kalbar mencatatkan kinerja impresif, menegaskan eksistensinya sebagai bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat. Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 ini merupakan hasil kerja kolektif yang solid, strategi yang terarah, serta kepercayaan nasabah yang terus menguat.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Bank Kalbar tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan, tetapi juga terus menorehkan langkah maju dengan keyakinan yang kuat,” ujarnya pada konferensi pers Kinerja Keuangan Bank Kalbar tahun 2025 di aula kantor Bank Kalbar, Selasa 6 Januari 2026.
Rokidi memaparkan, berdasarkan data kinerja unaudited tahun 2025, total aset Bank Kalbar menembus Rp 27,84 triliun, tumbuh 5,02 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 26,51 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan fondasi keuangan yang semakin kokoh dan ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Kalbar berhasil menorehkan capaian signifikan dengan menghimpun dana sebesar Rp 21,11 triliun, tumbuh 3,73 persen dari Rp 20,35 triliun pada tahun sebelumnya.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat kepercayaan publik yang kian membesar, menegaskan peran Bank Kalbar sebagai mitra keuangan strategis dan andalan masyarakat Kalimantan Barat.
Sementara itu, penyaluran kredit Bank Kalbar pada tahun 2025 menembus Rp 18,07 triliun, tumbuh 7,18 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 16,86 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan komitmen kuat Bank Kalbar dalam menjalankan fungsi intermediasi, sekaligus memainkan peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Tak berhenti di situ, laba Bank Kalbar tahun 2025 melonjak menjadi Rp 522,99 miliar, tumbuh 7,66 persen dari tahun 2024 sebesar Rp 485,80 miliar. Lonjakan laba ini menjadi bukti nyata efisiensi, ketajaman bisnis, dan disiplin pengelolaan risiko yang dijalankan secara konsisten.
Dari sisi permodalan, Bank Kalbar juga menunjukkan penguatan yang solid. Hingga akhir tahun 2025, modal inti Bank Kalbar tercatat sebesar Rp 4,4 triliun, tumbuh 7,32 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 4,1 triliun.











Discussion about this post