Ageng menilai, Telkomsel lewat program NextDep (impact incubator) berperan besar sebagai ekosistem yang menyediakan talent scouting, inkubasi (NextDev Academy), mentoring ahli serta ajang final pitching.
“Tema NexDev ke 10 fokus pada AI for Empowering Generation, sehingga rangkaian mentoring dan expert talk memperkuat penerapan AI di solusi-solusi startup finalis, termasuk kami. Partisipasi di NextDev memberi kami akses mentoring, jaringan mitra dan panggung nasional untuk menguji produk dan presentasi bisnis,” tutur Ageng.
Kemenangan yang diraih LuarKampus memberi dampak besar dalam meningkatkan credibility dan kepercayaan pengguna. Membuka akses jaringan mitra baru, dari universitas, lembaga beasiswa, investor hingga komunitas edukasi.
“Penghargaan ini juga semakin memperkuat daya percepatan teknologi, karena dana hibah yang diberikan membantu kami membangun fitur-fitur baru dengan lebih cepat. Memberikan kami platform guna memperluas impact secara nasional maupun internasional,”ucapnya.
Tak berhenti di situ, Ageng masih menyimpan rencana lain untuk pengembangan platformnya, yakni fokus pada AI Matching 2.0 yang lebih personal, memperluas database beasiswa ke Asia, Eropa dan Amerika, menambah fitur persiapan beasiswa seperti essay assistant interview simulation dan portofolio builder.

“Kami juga akan membangun kemitraan strategis dengan lebih banyak kampus dan institusi pemberi beasiswa. Yang pasti, kami akan menjadikan LuarKampus sebagai platform beasiswa terbesar di Asia Tenggara,” imbuhnya.
Ageng melihat bahwa startup menarik bagi anak muda, bahkan sangat diminati lantaran menjanjikan finansial dan bisa diandalkan untuk masa depan. Namun Ageng bilang, startup memang bisa memberi penghasilan, tetapi tidak secara otomatis.
“Startup menawarkan potensi upside finansial dan dampak sosial yang besar, tetapi juga mengandung risiko ketidakpastian pasar, persaingan serta kebutuhan modal,” ucapnya.
Banyak founder sukses menjadikan startup sebagai sumber finansial utama, namun jalan menuju ke sana membutuhkan waktu, pivot dan manajemen risiko. Untuk pemula, kombinasi penghasilan stabil (side income) sembari membangun startup merupakan strategi paling aman.
Nah, untuk menjadikan startup andalan finansial, Ageng memberikan beberapa saran. Pertama, siapkan model bisnis jelas dan teruji (revenue stream yang dapat tumbuh). Ke dua unit economics sehat (CAC, LTV, gross margin). Ke tiga diversifikasi pendapatan (tidak bergantung pada satu sumber). Ke empat Manajemen keuangan disiplin (cadangan kas, pengeluaran terukur) dan ke lima rencana scaling realistis serta kesiapan menerima investasi saat butuh.
Jika ingin berhasil menceburi startup, bisa memulai dari masalah nyata di lingkungan sendiri. “Solusi yang menjawab masalah lokal, punya peluang adopsi lebih tinggi,” kata Ageng.
Beberapa tips praktis untuk talenta lokal atau daerah, menurut Ageng buatlah MVP cepat, lalu uji pasar. Validasi ide dengan pengguna nyata sebelum scale. Manfaatkan program inkubasi dan kompetisi seperti NextDev untuk akses mentoring, modal dan jaringan.
Selanjutnya, fokus pada pengguna (customer-centric). Dengan umpan balik, iterasi produk setiap minggu atau bulan. Bangun jaringan, seperti kolaborasi dengan universitas, pemerintah daerah dan komunitas tech lokal.
Kelola keuangan dan tim kecil dulu: hire when revenue justified, jaga burn rate. Terus belajar teknologi (termasuk AI), pahami tools yang relevan mempercepat pengembangan produk.
“Kombinasi problem- driven mindset, eksekusi cepat dan kemampuan membangun relasi adalah kunci,” tegas Ageng. *
Penulis/Editor : Yuli









Discussion about this post