Sri Bima Hastuti, pemilik Toko Sembako Sapta Al Azzam yang berlokasi di Jalan KH. M. Said, Desa Tumbang Titi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat kini bisa bernapas lega melihat usahanya terus berkembang. Terlebih setelah memanfaatkan skema kredit KUR dari Bank Kalbar, usahanya meningkat signifikan.
Toko sembako yang dirintisnya sejak 2019 itu diakuinya pernah menghadapi masa sulit, terutama ketika badai pandemi Covid-19 merasuki negeri ini.
“Saya merintis usaha toko sembako ini sejak lama kira-kira di tahun 2019,” kenang Sri. Namun badai pandemi hampir menutup langkahnya. Pembeli yang biasanya ramai berbelanja, tiba-tiba berkurang drastis.
“Zaman Covid kemarin usaha saya sempat hampir tutup karena sepi yang beli,” ujarnya.
Meski begitu, Sri tidak menyerah. Dengan ketekunan dan semangat bertahan, ia mencari jalan agar usahanya bisa tetap hidup. Titik terang mulai terlihat ketika ia mendapatkan dukungan modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalbar. Tambahan permodalan itu membuatnya bisa menambah stok dagangan dan perlahan-lahan mengembalikan kepercayaan konsumen.
Discussion about this post