Menuju perayaan FESyar KTI, juga telah dilaksanakan sebelumnya rangkaian kegiatan Road to FESyar KTI di 19 Kantor Perwakilan BI se-KTI. Capaian Road to FESyar KTI antara lain, penjualan UMKM dalam kegiatan Sharia Fair sebesar Rp 47,89 miliar dan realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp 59,31miliar serta jumlah produk UMKM Sertifikasi Halal sebanyak 2.240 dan jumlah proyek Wakaf sebanyak 33 program, terdiri dari 18 wakaf produktif dan 15 wakaf sosial.
FESyar KTI 2025 juga mengikutsertakan total 633 partisipan, yang terdiri dari 98 dari Bank Indonesia termasuk 83 berasal dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-KTI, 36 narasumber baik lokal Kalbar hingga nasional, 206 UMKM se-KTI, 50 content creator, 50 dai daiyah, dan 121 peserta kompetisi. Keramaian ini mengundang kunjungan ke Kota Pontianak dengan length of stay selama 5-6 hari.
Bank Indonesia sebagai penyelenggara FESyar KTI 2025 di Pontianak menetapkan sejumlah target : Melalui kegiatan business matching, diharapkan tercipta total pembiayaan sebesar Rp10,5 miliar. Penjualan produk UMKM ditargetkan mencapai total Rp1,5 miliar.
“Dari sisi partisipasi, sebanyak 22.970 pengunjung ditargetkan menghadiri rangkaian FESyar, dengan jangkauan media yang diharapkan mencapai 5 juta impresi, sehingga penyebaran informasi dan promosi kegiatan ini dapat berlangsung lebih luas dan efektif,” kata Doni Septadijaya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.
Dia berharap target-target tersebut, menjadi pendorong percepatan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Tentunya tidak lepas dari dorongan dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders.
Doni pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kantor Perwakilan BI dan Pemerintah Daerah dari seluruh Kawasan Timur Indonesia, yang telah bersinergi bersama guna mendorong penyelenggaraan Road to FESyar KTI tahun ini.
“Mari terus kita jaga bersama persaudaraan, sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional,” imbuhnya. **
Discussion about this post