Pada tahun 2014, Indonesia masih menduduki peringkat 10 dalam SGI dan jauh di bawah Malaysia, yang telah mencapai peringkat pertama. Salah satu indikator penunjang peningkatan predikat ini, didorong oleh indikator literasi keuangan syariah masyarakat yang bermuara pada perluasan ekosistem halal, mencakup halal food, muslim travel dan modest fashion.
Kini Indonesia berhasil menduduki peringkat ke 3 di dunia dalam kancah ekonomi syariah. “Ke depan, diperlukan berbagai upaya membangun daya saing melalui penguatan perdagangan produk halal, kolaborasi internasional dan peran strategis pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi syariah di kancah global,” imbuh Doni.

Sekda Kalbar dr Harisson dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FESyar KTI 2025 yang dipusatkan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dengan tema Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Kawasan Timur Indonesia.
Menurut Sekda, kegiatan ini penting dalam mendorong pembangunan ekonomi inklusif, berkelanjutan yang disesuaikan dengan nilai luhur bangsa dan agama.
“Ekonomi syariah, bukan hanya perbankan, tetapi juga mencakup sektor riil, zakat, wakaf dan industri halal yang tumbuh pesat secara nasional maupun global,” kata Harisson.
Ia menilai, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar memiliki potensi pasar luar biasa dalam pengembangan produk dan layanan berbasis syariah. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat menjadi kunci agar sistem ekonomi syariah bisa berfungsi optimal.
Diungkapkannya, bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengintegrasikan ekonomi syariah ke dalam RPJMD 2025-2029 dengan fokus pada penguatan UMKM halal, modesta fashion, keuangan sosial syariah dan peningkatan literasi gaya hidup halal.

Sekda Harisson berharap, kegiatan FESyar KTI 2025 ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan FESyar KTI 2025 sebagai momentum penting untuk mengukuhkan peran ekonomi syariah sebagai motor pembangunan daerah dan bangsa,” imbuhnya. **
Discussion about this post