FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2025 resmi dibuka, Jumat 29 Agustus 2025. Gawe akbar Bank Indonesia ini, dihelat selama empat hari pada 29 Agustus hingga 1 September 2025 di Atrium Ayani Mega Mall Pontianak, Kalimantan Barat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat, Doni Septadijaya mengungkapkan, FESyar KTI bukanlah sekadar festival tahunan, namun merupakan momentum strategis untuk mengakselerasikan transformasi dan keuangan syariah yang lebih luas di Kawasan Timur Indonesia.
Dalam laporannya Doni menyampaikan, bahwa ekonomi syariah Indonesia menunjukkan perkembangan yang optimis, dan menempati posisi penting dalam ekosistem global.
“Pada sektor ekonomi dan keuangan syariah, Indonesia berada di posisi ke tiga dunia di keseluruhan peringkat, berdasarkan State of the Global Economy Indicator (SGIE 2025),” ujarnya.
Doni mengungkapkan, pengeluaran konsumi muslim di Indonesia untuk produk halal mencapai Rp 3.290 triliun, sebanyak 79,5 persen atau Rp 2.616 triliun disumbangkan dari sektor makanan dan minuman.
Indonesia menduduki peringkat pertama dalam sektor modest fashion, peringkat ke dua dalam halal pharmaceuticals dan muslim friendly travel serta peringkat ke empat di sektor halal food.
“Ini menunjukkan, pasar ekonomi syariah terus berkembang, meski masih diperlukan berbagai perbaikan dan penguatan pada sektor ekosistem halal Indonesia,” kata Doni.
Nilai ekspor produk halal Indonesia baru mencapai 12,33 miliar USD, terpaut jauh dengan nilai ekspor negara non mayoritas muslim, seperti Tiongkok yang telah mencapai angka 32,51 miliar USD.
Tahun 2025, peringkat Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) juga turun dari posisi ke 1 tahun 2024 menjadi ke 5, meskipun dapat mempertahankan skor GMTI sebesar 76.
Menurut Doni, penurunan peringkat tersebut menunjukkan kinerja yang stabil, namun tertinggal, jika dibandingkan akselerasi capaian negara ramah muslim lainnya.
“Pencapaian peringkat Indonesia pada beberapa tahun terakhir dan puncaknya di tahun 2025, tidak lepas dari upaya seluruh pihak untuk bersinergi membumikan ekonomi syariah, salah satunya melalui ISEF,” ujarnya.
Discussion about this post